27 September 2022

Selamat Hari Santri Nasional 2022 - 22 Oktober 2022

Hari Santri 2022 adalah salah satu peringatan hari besar yang akan diperingati pada bulan Oktober 2022 mendatang. Hari Santri 2022 pun memiliki sejarah yang tak lepas kaitannya dengan perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri 2022 pada tanggal 22 Oktober 2022 juga telah diputuskan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko WIdodo (Jokowi). Penetapan Hari Santri dilakukan pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Ditetapkannya tanggal 22 Oktober memperingati Hari Santri adalah sebagai bentuk pengingat akan seruan 'Resolusi Jihad' pada 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama di berbagai penjuru daerah.

Kala itu, KH Hasyim Asy'ari memimpin perumusan fatwa 'Resolusi Jihad' di kalangan kiai pesantren. Resolusi Jihad mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.

Sejarah Hari Santri 2022 tidak terlepas dari perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan dan memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengutip dari situs resmi Kementerian Agama (Kemenag), sejarah Hari Santri bermula dari fatwa 'Resolusi Jihad' yang disampaikan KH Hasyim Asy'ari.

Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari memimpin perumusan fatwa 'Resolusi Jihad' di kalangan kiai pesantren. Fatwa yang ditetapkan pada 22 Oktober 1945 itu berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melawan pasukan penjajah yang masih ada di Indonesia.

Puncak perjuangan atas landasan jihad kebangsaan tersebut kemudian melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa itu juga dikenal sebagai cikal bakal dan sebagai peringatan Hari Pahlawan.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-6314981/hari-santri-2022-sejarah-dan-info-launching-peringatan-tahun-ini


26 September 2022

Persyaratan Pendaftaran Haji Reguler

Bagi Bapak/Ibu yang berniat untuk daftar HAJI, berikut informasi persyaratan pendaftaran haji yang kami dapat dari Seksi PHU Kementerian Agama Kabupaten Kuningan per 1 Juli 2022 :

1. Rekening Tabungan Haji, minimal saldo 25 juta di Bank penerima setoran BPIH yang sudah terkoneksi SISKOHAT;
2. Foto copy KTP : 8 lembar;
3. Foto copy Kartu Keluarga (KK) : 1 lembar;
4. Pas Foto berwarna ukuran 70-80% wajah berlatar belakang putih;
    a. ukuran 2X3 : 5 buah;
    b. ukuran 3X4 : 20 buah;
    c. ukuran 4X6 : 10 buah;
5. Surat keterangan sehat dari puskesmas setempat berikut golongan darah, tinggi dan berat badan;
6. Foto copy Akte Lahir, Surat Nikah, Ijazah masing-masing : 1 lembar;
7. Surat pernyataan Kepala Desa/Kel yang menyatakan bahwa orang tersebut betul-betul warga nya diatas materai Rp. 10.000,- diketahui Camat setempat;
8. Surat keterangan pergi haji dari KUA setempat;

25 September 2022

Adventure to Kota Padang

Alhamdulillah, inilah momen pertama kali saya melakukan perjalanan ke luar Jawa, sudah cukup lama namun tidak ada salahnya saya tuliskan kembali disini.

Padang…itulah ibu kota Prov. Sumatera Barat. Padang kota yang indah dekat pantai dan pegunungan. Suasana yang enak, bersahabat, tidak ada kemacetan seperti hal nya di kota lain seperti Jakarta atau Bekasi.

Hari Rabu, 10 Nopember 2010 dini hari, saya beranjak dari tempat tidur lalu meluncur ke Bandara Soekarno Hatta. Setelah cek in dan membereskan administrasi lainnya, tepat jam 6:20 garuda membawa saya menuju bumi Minangkabau. Ternyata perjalanan ke sana lebih cepat jika di banding perjalanan Bandara Soeta ke Bekasi, hanya di tempuh dalam waktu ± 1 jam 22 menit.

Setiba di Bandara Minangkabau, langsung meluncur dengan taxi menuju tempat tujuan. Hari cerah seiring redanya hujan pagi hari. Suasana sepanjang jalan dihiasai pemandangan pedesaan, muara, dan perbukitan. Setiba di tempat tujuan, sambutan hangat tuan rumah menghampiri saya. Setelah berbincang-bincang dan menyampaikan maksud dan tujuan, saya pun melihat-lihat keadaan sekitar serta mengambil gambar-gambar yang sekiranya perlu saya abadikan. Setelah sekitar lima jam berlalu saya di jamu dengan masakan khas Padang yang membakar selera. Menjelang sore hari saya istirahat.

Malam harinya saya berkeliling kota padang dengan diantar seorang teman..indah sekali pemandangan malam di sana, meskipun suasananya tida semeriah kota besar lain..kerlap-kerlip lampu pemukiman di pinggir muara dan dibukit yang dilihat dari jembatan “Siti Nurbaya” menambah indah suasana malam, begitu pula sepanjang pantai kota. Sayang sekali kota ini didera gempa yang mengakibatkan sebagian wilayah dan bangunan hancur seperti : Kantor Samsat, Kantor PU, Hotel Ambacang, Hotel Bumi Minang dan beberapa bangunan lainnya masih menyisakan efek bencana tersebut.

Keesokan harinya dengan diantar tuan rumah, saya berkunjung ke kota Padang Pariaman, Padang Panjang, serta kota Bukittinggi. Jalan menuju Bukittinggi mirip sekali dengan jalan rute Sumedang – Bandung (Cadas Pangeran) dengan nuansa alam yang masih natural disertai rintik-rintik hujan menambah dinginnya udara saat itu.

Sungguh perjalanan yang cukup melelahkan, tetapi sangat berkesan. Ramahnya tuan rumah, indahnya alam dan bersahabatnya suasana kota menjadikan lelah ini hilang. Dan menambah rasa kesyukuran terhadap anugerah Allah SWT, ternyata nikmat yang telah diberikan begitu besar, kita sebagai manusia tidak pantas menyekutukan Dia. Manusia mahluk kecil yang tiada daya dan upaya, hanya bias merencanakan Allah yang berkehendak dan raja seluruh alam. Jadikanlah perjalanan ini sebagai sarana mengokohkan iman dan melihat kebesaran Allah SWT serta mensyukuri nikmatnya. Amin…

Apakah kita seperti mereka ?

Jika….Apakah kita seperti mereka? Itu lah kata-kata yang terlontar ketika saya merenung, melihat diri sendiri. Ketika kita beraktiftas, cobalah luangkan waktu sejenak untuk mengamati aktifitas orang lain. Apa yang sedang mereka lakukan?

Janganlah memandang apa yang mereka lakukan adalah aktifitas yang tak berguna, yang membosankan, aktifitas yang bernilai negatif, suudzon atau perkiraan lain yang bernada negative. Seringkali kita berada kita kantor melihat orang lain, teman kita ngobrol-ngobrol santai, main games, sedangkan kita sibuk bekerja, kadang terfikir oleh kita “Kerja ko malas-malasan!”, atau ketika kita sedang di jalan raya dengan mengendarai kendaraan pribadi atau bis, kita seringkali menggerutu terhadap penumpang lain atau pengguna jalan yang lain, bahkan terutama pada para pengendara sepeda motor yang dengan seenaknya memotong laju kendaraan yang kita tumpangi.

Atau suatu saat ketika kita sedang disuatu tempat, terlihat candaan-candaan yang kurang pantas..kadang kita geram..

Tapi sadarilah kawan..bayangkan jika posisi dan kondisi kita berada pada posisi mereka…mungkinkan kita akan melakukan seperti mereka yang mereka lakukan juga..? Jawabanya bisa ya dan tidak…tapi sadarkah kita ketika hal itu terjadi pada diri kita juga? Maka sadarilah, renungkanlah, fikirkanlah dulu…apa yang akan kita lakukan sebelum kita benar-benar melakukannya…

The Right Man In The Right Place And The Right Time

“The right man in the right place”, itu yang sering kita dengar untuk menunjukan bahwa dalam menempatkan seseorang agar sesuai dengan tempat / posisi yang akan ditempatinya.

Tetapi sepertinya ucapan itu perlu ditambahkan ”and the right time”. Ternyata menempatkan orang pada tempatnya belum tentu dapat menyelesaikan masalah atau memberikan solusi yang baik, tetapi harus didukung juga dengan waktu yang tepat.

Sebagian masyarakat kita masih mempercayai adanya hari baik/waktu baik. Hal ini masih banyak melekat di masyarakat kita, mencariwaktu baik untuk bepergian, untuk acara-acara hajatan dan lain-lain.

Dan dalam strategi penempatan SDM pun mungkin perlu dipertimbangkan tentang “the right time”

Kesopanan Salah Satu Cermin Karakter Bangsa

Mengutip tulisan saya pada tanggal 18 Nopember 2010 :

Saya teringat semasa sekolah dulu ketika duduk di bangku sekolah dasar sekitar tahun 1985, bapak dan ibu guru dengan telaten dan sabarnya mengajari murid-murid sekolah dasar yang masih bersih dan lugu(apalagi di kampung)…belum terkontaminasi seperti sekarang…Salah satu nasihat dari bapak/ibu guru diantaranya adalah : mengenai budi pekerti, sikap dan tingkah laku.

Di sekolah diajarkan bagaimana bersikap dan bertingkahlaku baik sesama teman, terhadap guru, orang tua, terhadap yang lebih muda dan yang lebih tua. Dengan sikap dan tingkah laku yang baik, maka kerukunan hidup dan suasana kekeluargaan terasa amat erat.

Saat ini nilai-nilai seperti ini terasa berkurang..pudar..seringkali terlihat sikap yang tidak meng-enakan. Seorang siswa yang tidak mengenali lagi guru-nya (atau pura-pura tidak kenal) ketika berpapasan..mahasiswa yang tidak kenal lagi dosennya (padahal baru belajar semester yang lalu), staf tidak mengenal lagi atasannya yang lama (padahal seminggu yang lalu masih menjadi atasannya).

Seringkali kita lihat orang kurang menghargai orang lain..ini yang menjadikan anak-anak bangsa kita menjadi tidak peduli terhadap bangsanya sendiri, jadi wajarlah jika memang kondisi bangsa kita saat ini seperti yang kita lihat dan kita rasakan saat ini.

Ada satu hal lagi yang membuat hati ini meringis..ketika itu saya di sebuah pust perbelanjaan di daerah Bekasi. Ketika itu saya sedang di lift bersama tiga orang berpakaian seragam “Orange-Biru” dan masuklah seorang pengunjung ke lift tersebut. Pengunjung itu itu masuk lift dan berdiri di posisi paling belakang dalam lift tersebut. Sungguh kaget dan terkejut…ketika dengan serta merta salah seorang dari orang berseragam tersebut berbicara “Dasar PA bukannya ditutup !”, panas dan geram hati ini mendengar ucapan “Office Girl” tersebut..Sebagai tuan rumah & pelayan seharusnya dapat melayani tamu yang datang dengan baik. Saya yakin orang yang masuk tadi tidak engeuh terhadap ucapan orang OG tadi. Siapapun pihak manajemen yang mungkin tidak sengaja membaca tulisan dan merasa karyawan berseragam seperti tadi adalah karyawannya mohon kiranya dapat melakukan pembinaan kembali bagi karyawan tersebut. Bagaimana usaha kita akan mendatangkan hasil yang banyak jika pelayanan kita seperti itu.

Dan inilah salah satu contoh norma-norma kesopanan yang sudah mulai  memudar di lingkungan sekitar kita. Dari lingkungan kecil inilah, jika dibiarkan dapat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa kita. Marilah kita bersama-sama introspeksi diri dan saling mengingatkan. Yang tua menyayangi yang muda dan yang muda menghormati yang tua..saling peduli, saling maklum, saling memaafkan

Tips Belajar Menjelang Ujian


Mengutip tulisan saya 25 Januari 2010, berdasarkan pengalaman pribadi 😄

Ujian merupakan salah satu event yang menegangkan yang ditunggu-tunggu setiap siswa. Mengapa ditunggu-tunggu? karena setelah ujian siswa akan naik ke kelas berikutnya (kalau naik 😄). Kebanyakan kebiasaan siswa-siswa bahkan mahasiswa yang akan mengikuti ujian ternyata mereka rata-rata mempersiapkan ujian dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) jika ini dilakukan maka hasilnya pun kemungkinan besar akan SKS juga (Sangat Kurang Sekali). Untuk itu ada beberapa tips, sekedar sharing dari pengalaman sendiri, temen-temen dan beberapa siswa.

Tipsnya adalah :

  1. Jika minggu depan akan melaksanakan ujian (misal ujian UTS atau UAS) yang akan dilaksanakan 1 minggu, maka yang dilakukan adalah hari ini pelajari pelajaran yang akan diujikan pada hari terakhir.
  2. Pada hari berikutnya pelajari mata pelajaran hari mundur dan seterusnya.sehingga pada hari terakhir diminggu ini kita akan baca dan pelajari mata pelajaran yang besok akan diujikan, kita fokuskan disana.setelah menginjak hari pertama ujian, setelah ujian, pelajari mata pelajaran yang besok akan diujikan (otomatis paling tidak kita sudah pernah membacanya di minggu yang lalu) ini akan mempermudah kita lebih memeahaminya. dan seterusnya.
  3. Setiap telah ujian, jangan terlalu difikirkan yang tadi kita jawab, tetapi kita konsentrasi ke ujian hari berikutnya.
  4. Percaya diri (jawaban orang lain belum tentu benar)
  5. Manfaatkan waktu untuk fokus berfikir dan menjawab soal
  6. Selain tip di atas tentunya yang lebih baik adalah mempelajari kembali pelajaran di rumah, setelah pelajaran hari ini diberikan


Semoga bermanfaat